Ketua Umum Bahlil Lahadalia Ikut Disadap, DPD Golkar Ternate Desak Penegakan Hukum Tanpa Pandang Bulu
NASIONAL
Ternate – Ketua DPD Partai Golkar Kota Ternate, Ardian Idhan, mengecam keras tindakan penyadapan terhadap Ketua Umum Partai Golkar, Bahlil Lahadalia. Ia mendesak aparat penegak hukum mengusut tuntas kasus tersebut dan memastikan siapa pun yang terlibat harus mempertanggungjawabkan perbuatannya tanpa pandang bulu.
Ardian menilai, pengakuan Bahlil yang turut menjadi sasaran penyadapan merupakan persoalan serius. Menurutnya, tindakan penyadapan tanpa dasar hukum yang sah tidak hanya mencederai hak privasi seseorang, tetapi juga menjadi ancaman terhadap prinsip demokrasi dan supremasi hukum.
Ia menegaskan, tidak boleh ada pihak yang merasa kebal hukum, termasuk mereka yang memiliki jabatan maupun kewenangan di institusi negara.
“Ini persoalan serius dan tidak bisa dianggap biasa. Kami mengecam keras tindakan penyadapan terhadap Ketua Umum Partai Golkar. Siapa pun yang terlibat harus diusut dan diproses sesuai hukum. Jangan ada perlakuan istimewa hanya karena seseorang memiliki jabatan atau kekuasaan,” tegas Ardian.
Ia juga meminta aparat penegak hukum mengungkap secara terbuka siapa aktor di balik praktik penyadapan tersebut, termasuk pihak yang memberikan perintah maupun pihak yang menjalankan tindakan itu, apabila terbukti terjadi pelanggaran hukum.
Menurut Ardian, penegakan hukum harus dilakukan secara objektif, transparan, dan tanpa intervensi. Jangan sampai kewenangan institusi negara justru digunakan untuk kepentingan di luar ketentuan hukum.
Selain persoalan penyadapan, Ardian turut menyoroti tuduhan yang menyebut Bahlil sempat menggelar pertemuan dengan sejumlah jenderal sekitar tiga jam sebelum penangkapan.
Ia meminta pihak-pihak yang menyebarkan informasi tersebut segera memberikan klarifikasi dan menunjukkan bukti atas tuduhan yang disampaikan.
“Jangan sembarangan membawa-bawa nama Ketua Umum Partai Golkar. Kalau memang ada bukti, sampaikan secara terbuka dan bertanggung jawab. Kalau tidak benar, segera lakukan klarifikasi. Jangan membangun opini yang justru merugikan nama baik seseorang dan mencederai marwah Partai Golkar,” ujarnya.
Ardian menegaskan, seluruh kader Golkar memiliki tanggung jawab menjaga kehormatan dan marwah partai, termasuk memberikan sikap terhadap persoalan yang menyangkut Ketua Umum.
Sebelumnya, Bahlil Lahadalia secara langsung mengungkapkan bahwa dirinya turut disadap saat menghadiri acara pelantikan DPD I Partai Golkar Maluku di Ambon, Sabtu (7/11/2026).
Dalam kesempatan tersebut, Bahlil menyatakan mendukung penuh pengusutan kasus penyadapan secara transparan. Ia bahkan berkelakar merasa khawatir aktivitas pribadinya ikut diketahui oleh pihak yang melakukan penyadapan.
Bahlil juga membantah tuduhan bahwa dirinya mengadakan pertemuan dengan sejumlah jenderal sekitar tiga jam sebelum penangkapan. Ia menegaskan bahwa informasi tersebut tidak benar dan meminta pihak-pihak yang menyebarkannya segera melakukan klarifikasi.
Bahlil secara tegas menginstruksikan agar tuduhan yang menyeret namanya tersebut segera diklarifikasi. Menurutnya, informasi itu tidak boleh dibiarkan berkembang menjadi tuduhan terhadap Ketua Umum Partai Golkar. (Tim/FX)