Ketua APSSI Malut Tekankan Pembinaan Skill Individu, Kompetisi U13 Jadi Persiapan Liga Soeratin 2027
NASIONAL
Maluku Utara – Ketua Asosiasi Provinsi Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (APSSI) Maluku Utara, Rudiyanto Tutuly, menegaskan bahwa Kompetisi APSSI Maluku Utara kategori U13 harus menjadi ruang pembinaan dan peningkatan kualitas pemain muda, bukan sekadar ajang mengejar piala maupun hadiah.
Hal tersebut disampaikan Rudiyanto saat menyoroti pelaksanaan kompetisi U13 yang berlangsung di Gelora Kie Raha, Ternate. Menurutnya, kompetisi ini memiliki peran strategis dalam mempersiapkan tim-tim sepak bola usia dini menghadapi Liga Soeratin U13 tahun 2027.
Ia berharap seluruh pelatih yang mengikuti kompetisi dapat memanfaatkan setiap pertandingan untuk mengevaluasi kemampuan pemain, terutama dalam meningkatkan keterampilan individu atau individual skill.
“Kompetisi ini selain menjadi ajang pertandingan, juga menjadi kesempatan bagi teman-teman coach untuk mempersiapkan tim menghadapi Liga Soeratin U13 tahun 2027. Saya berharap pelatih lebih fokus pada peningkatan skill individu pemain, bukan hanya berpikir tentang piala atau hadiah yang akan didapatkan,” tegas Rudiyanto.
Menurutnya, pembinaan sepak bola usia dini membutuhkan proses yang berkelanjutan. Kemampuan teknik dasar, penguasaan bola, keberanian mengambil keputusan, serta pemahaman permainan harus menjadi perhatian utama setiap pelatih.
Rudiyanto menilai keberhasilan sebuah kompetisi usia dini tidak semestinya hanya diukur dari siapa yang keluar sebagai juara, tetapi juga sejauh mana para pemain mengalami perkembangan kemampuan setelah mengikuti pertandingan.
Dalam pertandingan Kompetisi APSSI U13 yang berlangsung Sabtu (7/11/2026), Mentari Timur Academy (MTA) berhasil meraih kemenangan telak 5-0 atas Buldam Academy.
Di bawah arahan Coach Uph y H. Azis, MTA tampil dominan dengan mencetak lima gol tanpa balas. M Nabil menjadi bintang pertandingan setelah memborong empat gol, sedangkan satu gol lainnya disumbangkan Muhammad Fikran.
Pelatih MTA, Coach Uph y H. Azis, mengapresiasi perjuangan anak asuhnya. Ia menyebut hasil tersebut merupakan buah dari latihan dan kerja sama tim, namun mengingatkan para pemain agar tidak cepat puas dengan kemenangan.
“Alhamdulillah, anak-anak bermain dengan baik dan mampu menjalankan instruksi. Tetapi kemenangan ini bukan alasan untuk berpuas diri. Kami akan terus melakukan evaluasi dan meningkatkan kemampuan pemain, karena perjalanan pembinaan masih panjang,” ujarnya.
Sementara itu, Ketua Mentari Timur Academy, Rajak Idrus, menyampaikan bahwa pihaknya mendukung penuh kompetisi yang diselenggarakan APSSI Maluku Utara sebagai wadah pengembangan talenta sepak bola usia dini.
Menurut Rajak, kompetisi seperti ini sangat dibutuhkan agar pemain akademi mendapatkan pengalaman bertanding dan memiliki kesempatan mengembangkan potensi mereka sejak usia muda.
“Kami berharap kompetisi ini tidak hanya menjadi ajang mencari juara, tetapi benar-benar menjadi ruang pembinaan. Kami di Mentari Timur Academy berkomitmen untuk terus meningkatkan kualitas pemain, baik dari sisi teknik, mental, disiplin maupun karakter,” ungkap Rajak.
Ia juga mengapresiasi perhatian APSSI Maluku Utara terhadap pembinaan kelompok usia U13, khususnya dalam mempersiapkan klub dan akademi menghadapi Liga Soeratin tahun 2027.
Rudiyanto berharap seluruh akademi dan klub dapat menjadikan kompetisi ini sebagai momentum membangun fondasi sepak bola Maluku Utara yang lebih kuat. Baginya, investasi terbesar dalam sepak bola usia dini bukanlah piala yang diperebutkan, melainkan kualitas pemain yang berhasil dibentuk melalui proses pembinaan yang benar. (Tim)